Selasa, 20 Desember 2016

pleci buxtomi

Pleci Buxtoni – Para penghobi terutama untuk para Pleci Mania pastinya sudah tidak asing dengan salah satu burung dari keluarga Zosteropidae (Kacamata) yang satu ini. Pleci Buxtoni merupakan sub-spesies oriental white-eye (Zosterops palpebrosus) yang juga mempunyai letak keunggulan dibadandingkan dengan jenis Pleci lain. Suara Ngalasnya juga cukup merdu dan berkarakter sama halnya dengan beberapa jenis burung Pleci lain yang notabenya selalu dianggap lebih baik seperti Pleci Auri dan Dakun Maput. (Baca : Suara Pleci)
Gambar Pleci Buxtoni
Pleci Buxtoni (mountainsbeyond.org)
Pada dasarnya semua kemampuan jenis burung Kacamata, baik dari segi mental maupun suara tergantung perawatan. Hanya saja untuk Pleci Buxtoni mempunyai sedikit sisi kelebihan. Memang suara Ngalas maupun mental tidak berbeda dengan jenis Pleci lain, namun ukuran tubuh Kacamata Buxtoni terbilang paling kecil jika dibandingkan dengan semua burung dari ras oriental white-eye lain. Maka bisa dibilang, untuk perawatan dan pelatihan Buxtoni sendiri sedikit lebih ringan, sehingga akan lebih mudah melatih kicauan ngalasnya.
Advertisement
Untuk masalah harga sendiri, burung yang bernama latin (ilmiah) Zosterops palpebrosus buxtoni ini juga terbilang lebih bersahabat. Rata-rata harga Pleci Buxtoni yang di jual di pasar secara ombyokkan hanya sampai berkisar Rp35 ribuan, lebih murah jika dibandingkan dengan Kacamata Gunung dan Dakun Macok yang sampai berkisar Rp40 hingga Rp50 ribuan. Itulah beberapa bagian jika ia cukup pantas dijadikan pilihan. Disamping kualitasnya tak kalah istimewa, banderol untuk burung tersebut juga terbilang lebih terjangkau.
Tidak hanya berbagai burung papan atas lain seperti Murai Batu dan Cucak Ijo yang sudah banyak dibudidayakan, Kacamata Buxtoni sendiri saat ini juga menjadi pilihan para penangkar. Selain itu, populasi burung yang satu ini di alam bebas juga relatif masih sedikit terjaga. Di Indonesia sendiri Pleci Buxtoni paling banyak ditemukan di Pulau Sumatera dan di Jawa. Berdasrkan beberapa ahli, populasi paling banyak di pulau jawa meliputi daerah Bogor hingga provinsi Banten.

Ciri Pleci Buxtoni

Ciri-ciri Pleci Buxtoni juga mudah diingat, sebab ukuran tubuhnya terbilang paling kecil jika dibandingkan dengan genus Zosterops lainnya. Sementara itu, bagian tubuh yang mungkin menjadi ciri khas tersendiri ialah pada bagian dadanya. Bisa dilihat, ada garis kuning yang membentang dari dada hingga perut. Meskipun ada jenis Buxtoni yang mempunyai iris mata bewarna putih, namun rata-rata yang ada di Indonesia iris matanya bewarna cokelat.

Pakan Pleci Buxtoni

Pakan pokok yang utama tentunya berupa voer, namun guna menambah kondisi kebugaran burung juga musti ditambahkan pakan Extra Fooding dan buah-buahan. Porsi EF sebaiknya jangan terlalu berlebihan, hal tersebut justru bisa membuatnya over birahi. Setiap pemelihara sebaiknya memilih salah satu jenis pakan EF, entah itu Ulat Hongkong, Jangkrik, Kroto maupun Ulat Kandang. Misalnya yang dipilih ialah ulat hongkong. Sebaiknya berikan 5 ekor per harinya yang bisa diberikan 2 ekor pada waktu pagi dan 3 ekor pada waktu sore.
Selain itu Pleci Buxtoni juga menyukai makanan buah-buahan yang kaya vitamin C seperti Apel, Pepaya, Tomat dan sebagainya. Namun jika buahan-buahan tersebut diberikan setiap hari, maka hal tersebut lama-kelamaan juga bisa membuatnya over birahi. Sebaiknya berikan pakan buah pisang gepok saja karena kandungan di dalamnya relatif sedang, sehingga bisa diberikan setiap hari. Tidak lupa untuk air minumnya harus terus diganti setiap pagi dan sore hari. Sebaiknya minumnya dari bahan-bahan higenis, misalnya air isi ulang.

Perawatan dan Setelan Harian Pleci Buxtoni

Pleci Buxtoni juga mempunyai bakat suara ngalas dengan tingkat volume yang cukup nyaring ditelinga, namun ada beberapa tindakan khusus yang sifatnya harus dilakukan secara rutin guna mempercepat mengeluarkan kemampuannya tersebut. Pada dasarnya caranya hampir sama dengan jenis burung Pleci lainnya, namun menurut beberapa rekan-rekan yang memilihara Kacamata Buxtoni, kebiasaan-kebiasaan berikut ini cukup efektif untuk mempercepat ia dalam mengeluarkan suara ngalasnya.
Pada waktu pagi hari sebelum memandikannya, embunkan atau angin-anginkan ia terlebih dulu di depan rumah sedikitnya selama 15 hingga 20 menit. Setelah itu pemilik bisa memandikannya tergantung kebiasaan atau kesukaan si burung, entah itu metode semprot atau keramba. Penjemuran sendiri sebaiknya jangan terlalu lama, sebaiknya dijemur selama 2 hingga 3 jam saja. Misalnya pada pukul 07.00 hingga 10.00. Sehabis mandi dan berjemur, gantang ia di tempat teduh seperti di teras rumah. Dan sebaiknya jangan dikerodong, supaya ia bisa terbiasa dengan manusia yang mana cepat atau tidaknya burung dalam mengeluarkan suara masternya juga sangat tergantung dengan mental si burung itu sendiri.
Sementara itu, sore hari sebisa mungkin pemilik kembali memandikannya dan mengecek kebersihan sangkar maupun pakannya. Waktu yang baik untuk memandikan burung sendiri ialah pada pukul 16.00, karena kondisi matahari cukup sedang (tidak terlalu panas atau dingin). Sama halnya pada waktu pagi hari, sebelum mandi sore alangkah lebih baik biarkan ia berjemur atau dulu selama 15 hingga 20 menit. Setelah itu setiap pemelihara bisa memandikannya. Jika memandikannya sebaiknya jangan terlalu basah kuyub (cukup basah saja). Penjemuran sendiri alangkah lebih baik dilakukan selama 1 jam saja, misalnya 16.00 hingga 17.00.
Setelah badannya kering, angkat dan kerodong supaya ia nantinya tidak kedinginan. Disamping melindunginya dari kedinginan, kerodong sendiri sifatnya juga bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu jika semisal hendak memaster pleci. Dimana kerodong juga bisa membuatnya lebih berkonsentrasi saat mendengarkan mp3 suara pleci jawara yang diputar, sehingga ia juga akan lebih mudah merekam suara dan meniru efek suara tersebut. Lakukan beberapa langkah ini setiap hari dan secara terjadwal.
sumber : http://suaraburung.xyz/informasi-pleci-buxtoni/

membedakan pleci monty jantan dan betina

Informasi Ciri-ciri dan Gambar Pleci Montanus

Tak sulit untuk mengenali aneka burung Kacamata, karena hampir seluruhnya mempunyai ciri warna putih di sekitar mata. Terlebih lagi untuk Pleci Montanus. Jika dilihat sekilas memang ia tidak berbeda dengan jenis burung Pleci lain, baik dari segi fisik maupun suara ngalas. Namun jika dilihat dari kebiasaan hidup dan habitat kesukaan, burung yang bernama latin (ilmiah) Zosterops montanus ini tidak sama dengan jenis Pleci kebanyakan. Sesuai dengan namanya, di habitat asli ia lebih sering terlihat di daerah pegunungan dan perbukitan.
Gambar Pleci Montanus
Pleci Montanus (79492850@N00 – flickr)
Hal tersebut juga ditengarai oleh penyebutan nama literatur internasional yang berbeda dengan jenis burung Pleci lainnya. Jika jenis burung Kacamata lain sering disebut dengan istilah oriental white-eye, Pleci Montanus mempunyai penyebutan tersendiri yakni oriental mountain white-eye. Lebih tepatnya jenis ini memang salah satu burung dari keluarga Zosteropidae (Kacamata), namun dari sub-spesies (ras) yang berbeda.
Advertisement
Di Indonesia sendiri Jenis Pleci ini sudah cukup populer di kalangan penghobi, terutama untuk para Pleci Mania. Namun jika dibandingkan dengan jenis burung lain seperti Pleci Dakun Macok dan Maput, Pleci Montanus terhitung masih kalah pamor. Hal tersebut juga bisa dilihat dari pangsa pasar saat ini. Dimana harga Pleci Montanus lebih murah, karena kebanyakan penghobi lebih memilih Jenis Pleci lain seperti Auri dan Buxtoni. Harga Pleci Montanus anakkan sendiri rata-rata dibanderol dengan harga Rp50 hingga Rp100 ribuan.
Alasan kenapa penghobi lebih memilih jenis burung Pleci lain juga bermacam-macam, salah satunya mental dan suara Pleci Montanus dinilai tidak lebih baik. Tentu hal ini sedikit menarik untuk dibahas, karena segala kemampuan burung Pleci pada dasarnya tergantung perawatan dan setelan harian masing-masing pemilik. Tidak ada jaminan, bahwa Pleci jenis satu sama lain mempunyai tingkat keunggulan. Jika merawatnya dengan sabar dan telaten, maka burung Kacamata Gunung juga mampu berbicara banyak. (Baca : Suara Pleci)
Terlepas dari itu semua, Pleci Montanus juga diketahui merupakan jenis yang paling banyak mempunyai sub-spesies daripada jenis burung Kacamata lain. Berdasarkan beberapa ahli, di Indonesia sendiri terdapat 9 sub-spesies (ras) yang tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa. Diantaranya meliputi Jawa Barat hingga Jawa Timur. Sementara itu penyebutan untuk jenis yang satu ini di beberapa tempat juga sangat beragam seperti Pleci Putih, Kapur, Super dan sebagainya.

Ciri Pleci Montanus

Jika dibandingkan dengan Pleci Auri dan Buxtoni, Pleci Montanus mempunyai ukuran tubuh lebih besar. Rata-rata panjang tubuhnya bisa mencapai 11 cm. Ciri-ciri Kacamata Gunung yang lain ialah mempunyai warna putih dan abu-abu pada bagian perut. Namun ada sub-spesies lain yang juga mempunyai warna yang menyerupai garis-garis kuning pada bagian perutnya. Di bagian tenggorokkan, jenis Pleci ini mempunyai warna kuning dan iris matanya bewarna putih. Adapun semua sisi tubuhnya sedikit bewarna kecokelatan.

Perawatan dan Setelan Harian Pleci Montanus

Khusus bagi kalangan penghobi, Pleci Montanus dinilai mempunyai volume suara yang keras dan lantang. Hanya saja semua itu membutuhkan perawatan maupun setelan harian yang teratur. Agar cepat mempunyai suara ngalas yang lantang, biasanya para pemelihara burung ini memperhatikan bagian pakan voer. Namun rasanya hal tersebut kurang tepat, karena Kacamata Gunung diketahui mempunyai selera makan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pleci lain. Tentu hal tersebut belum cukup untuk membuat burung rajin bersuara, malahan justru bisa membuat burung kegemukan.
Maka bisa dibilang masih ada beberapa tindakan lain yang juga perlu diperhatikan. Hal pertama yang harus dipastikan setiap hari ialah pemandian dan penjemuran. Pada saat selesai memandikan, entah itu pada waktu pagi ataupun sore hari, pastikan pakan voer dan Extra Fooding selalu diberikan. Setiap pemelihara bisa memberikan pakan EF yang sifatnya selingan seperti ulat hongkong dan kroto, namun sebaiknya tetap dengan porsi yang tidak terlalu berlebihan. Ulat hongkong sebaiknya diberikan sebanyak 5 ekor dalam sehari, 2 saat pagi dan 3 pada saat sore hari. Kroto sebaiknya diberikan sebanyak 1 sendok makan saja, 1 kali dalam seminggu. Tidak ketinggalan, beri juga pakan buah-buahan yang bisa diberikan secara selingan. Misalnya pisang gepok, apel, pepaya dan sebagainya.
Pemasteran sendiri akan lebih efektif pada kondisi dikerodong atau menjelang jam-jam istirahatnya. Pengerodongan sendiri sifatnya tidak hanya untuk melindunginya dari gigitan nyamuk dan kedinginan, melainkan juga bisa membuatnya lebih tenang serta nyaman. Pada kondisi tersebut, biasanya burung justru bisa lebih berkosentrasi saat mendengar suara mp3 yang diputar. Disamping itu guna lebih mempercepat lagi supaya suara ngalasnya bisa keluar, biasanya para penghobi juga menambahkan beberapa burung Pleci Montanus lain sebagai media pancinng
sumber :http://suaraburung.xyz/informasi-pleci-montanus/

rawatan pleci monty

Merawat Pleci Montanus Cepat Gacor

Merawat Pleci Montanus supaya cepat gacor merupakan keinginan semua pecinta pleci karena burung ini lumayan lama untuk dibuat gacor/ ngalas ngerol, tetapi jika sudah gacor pleci montanus jantan ini lebih istimewa daripada pleci dada kuning karena mempunyai suara yang khas dan lebih lantang. Burung pleci montanus mempunyai nafsu makan yang sangat besar ketimbang pleci jenis lain oleh karena itu jenis montanus akan mudah kegemukan  dan untuk mengatasinya kita harus lebih lama dalam penjemurannya.anda gak usah kawatir karena jenis burung pleci sangat tahan terhadap terik sinar Matahari dan di habitatnya burung pleci mayoritas suka berjemur.
 Pleci Montanus GacorSaya anjurkan untuk lebih banyak memberi makan buah-buahan ketimbang Ekstra Fooding yang fungsinya untuk mencegah kegemukan. Lebih sering berikan buah yang berkabohidrat rendah seperti buah pepaya. Kurangi makanan yang mengandung lemak tinggi seperti Ulat Hongkong dan Ulat Kandang, Selama proses diet, stop dahulu pemberian Voer dan Madu.
Rawatan Harian Pleci Montanus
  • Gantung rendah di tempat yang ramai agar pleci terbiasa dan cepat beradaptasi.
  • Jemur rutin tiap hari selama 1/2 - 1 jam, 
  • Mandi rutin tiap hari pada pagi hari dan sore hari. 
  • Buah segar harus tersedia setiap harinya dan pemberiannya bisa di selang seling seperti: Pisang - Pepaya - Apel - Sawo - Pisang - Pepaya - Apel 
  • Berikan kroto segar 1 sendok makan setap pagi dan sore 
  • Berikan ulat hongkong pilih yang berwarna putih 2-3 ekor setiap pagi dan sore
  • Kalau mempunyai pleci montanus betina bisa juga untuk ngecas agar lebih cepat dibuat gacor
Untuk mengatasi pleci montanus dan juga jenis lainnya yang mengalami kegemukan: 
    Pleci Montanus Jantan
  • Hentikan pemberian buah lainnya selain pepaya tiap harinya.
  • Kurangi makanan berlemak seperti Ulat Hongkong dan Ulat kandang. 
  • Kroto dikurangi 
  • Selama tahapan ini jangan dulu memberikan voer maupun madu Ganti sangkar dengan ukuran yang besar dan jumlah tangkringan yang diperbanyak agar burung lebih banyak bergerak dan beraktifitas.
Membuat Pleci Montanus Ngalas Buka Paruh
Pelihara pleci lebih dari satu ekor dengan jenis yang sama!. ingat panggilan tiap jenis pleci itu berbeda-beda jadi tidak bakalan cocok jika memelihara pleci dada putih dengan pleci dada kuning, yang bagus adalah memelihara pleci dengan jenis / ras yang sama dengan demikian burung plecipun akan lebih cepat bersahut-sahutan dan lebih cepat juga buka paruh ( ngeplong ). 
sumber : http://www.caragacor.com/2015/03/merawat-pleci-montanus-cepat-gacor.html

perbedaab aury, buxtomi, dan monty

Banyak penggemar pleci yang menyukai jenis /spesies pleci maupun ras / subspesies tertentu. Berdasarkan fakta selama ini, ada tiga jenis pleci yang paling disukai plecimania, yaitu Zosterops palpebrosus auriventer,Zosterops palpebrosus buxtoni, dan Zosterops montanus. Untuk lebih mudahnya, kita singkat saja ketiganyadengan istilah auri, buxtoni, dan montanus, sebagaimana kebiasaan plecimania selama ini. Kali ini, Om Kicau akan membahas perbedaan mendasar dari ketiga jenis pleci tersebut, sebagai referensi bagi Anda ketika hendak membeli di pasar burung.
Burung pleci
Burung pleci
Sebelumnya, kita simak dlu beberapa informasi terkait keberadaan pleci rasauriventer  dan buxtoni (subpesies Zosterops palpebrosus) dan Zosterops montanus yang merupakan spesies tersendiri.
Menurut data dari kutilang.or.id, pleci auri dan buxtoni memiliki wilayah penyebaran yang berbeda. Namun akhir-akhir ini wilayah penyebarannya seperti overlap. Ini terbukti dari ditemukannya beberapa gambar pleci ras auri  di Jawa Barat.
Kasus ini bisa terjadi karena beberapa kemungkinan. Bisa saja itu merupakan burung lepasan, tetapi bisa juga karena kesalahan dalam mengidentifikasi. Memang, untuk masalah ini, kita tidak boleh sembarangan menyimpulkan ras dan spesies burung yang ditemukan agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.
Berikut beberapa perbedaan yang bisa dijadikan panduan dalam memilih pleci auri, buxtoni, dan montanus.
1. Pleci auriventer (Zosterops palpebrosus auriventer)
Pleci auri memiliki ukuran tubuh lebih besar, dengan warna tubuh bagian bawah abu-abu pucat dan tubuh bagian atas bewarna lebih kekuningan.
Perbedaan yang lebih jelas bisa dilihat dari bentuk lingkar matanya yang lebih tebal dan agak melebar daripada pleci buxtoni. Adapun iris matanya berwarna cokelat.
Pleci ras auriventer
Pleci ras auriventer
—-
Pleci auri lebih sering dijumpai di daerah pesisir pantai, terutama pada hutan bakau (mangrove). Mmereka hidup bersama dalam koloni kecil, sekitar 2 – 6 ekor, dan jarang mau bergabung dengan kelompok pleci lainnya.
Pleci auri memiliki wilayah persebaran mulai dari ujung selatan Myanmar, pantai barat Thailand, Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga wilayah pesisir pantai timur Sumatera, Kepulauan Riau, Pulau Bangka, Kepulauan Natuna Selatan, dan Kalimantan.
Suara kicauan pleci auri lebh ngebass, baik suara panggilan (call) maupun suara kicauan (song). Sekilas terdengar mirip dengan kicauan pleci dada kuning.
Melihat wilayah persebaran tersebut, wajar jika pleci auri banyak dipelihara dan dilombakan para plecimania di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Selain itu, auri dikenal memiliki mental yang sangat baik jika dibandingkan dengan jenis pleci lainnya. Mental ini sangat sesuai dengan perilaku auri yang gemar menjelajah tempat -tempat baru.
Seperti dijelaskan di atas, wilayah persebaran pleci auri di Indonesia hanya terbatas di Sumatera dan Kalimantan. Makanya, ketika ada yang mengklaim menemukan pleci auri di Jawa Barat, tidak bisa disimpulkan bahwa jenis ini juga dijumpai di Jawa. Bisa saja burung piaraan yang lepas, atau kesalahan dalam mengidentifikasi.
Berikut video pleci auri di youtube:

—-
Pleci buxtoni (Zosterops palpebrosus buxtoni)
Pleci buxtoni umum ditemukan di sekitar Sumatera dan wilayah barat Jawa, terutama mulai dari Bogor hingga wilayah Provinsi Banten.
Buxtoni termasuk pleci berukuran paling kecil dari semua ras oriental white-eye (Zosterops palpebrosus). Warna tubuh bagian atas sedikit lebih gelap, serta memiliki garis kuning yang lebih tegas dan lebar di bagian perutnya.
Pleci ini juga banyak dijual di pasar burung, dalam kandang ombyokan, dan biasanya disatukan dengan pleci montanus.
Pleci ras buxtoni
Pleci ras buxtoni
—-
Suara kicauan buxtoni cukup nyaring. Suara kicauan dan suara panggilannya hampir sama dengan pleci dada kuning.
Berikut video suara kicauan dari pleci buxtoni

—-
Pleci montanus (Zosterops montanus)
Kalau auri dan buxtoni masih satu spesies, maka pleci montanus merupakan spesies yang berbeda: Zosterops montanus, atau dalam literatur internasional disebut oriental mountain white-eye. Jadi, berbeda dari oriental white-eye.
Pleci montanus dikenal juga dengan nama kacamata gunung. Jenis ini memiliki ukuran tubuh sekitar 11 cm, atau lebih besar dari auri dan buxtoni. Perutnya putih keabu-abuan, dengan bagian sisi tubuh berwarna kecokelatan.
Adapun tenggorokan dan tunggingnya berwarna kuning, iris mata berwarna putih. Sebagian dari jenis pleci ini ada juga yang memiliki garis kuning pada bagian perutnya, seperti halnya pleci buxtoni.
Pleci ras montanus
Pleci montanus (Zosterops montanus)
—-
Kacamata gunung termasuk burung yang sangat aktif. Mereka hidup bersama kelompoknya, dan akan sangat ribut saat berburu serangga kecil. Spesies ini terdiri atas 9 subspesies / ras, yang tersebar mulai dari Filipina, Sumatera, Jawa Bali, Sulawesi, Maluku, dan Nusa tenggara.
Pleci montanus memiliki suara kicauan yang kencang, tetapi  bergetar seperti serak / parau. Untuk lebih jelasnya, silahkan tonton video pleci montanus berikut ini :

—-
Perawatan pleci auri agar cepat buka paruh
Perawatan pleci auri memang tidak berbeda dari perawatan pleci jenis lainnya. Yang penting, pemberian pakan harus teratur. Extra fooding (EF) juga rutin diberikan, seperti kroto, ulat kandang. atau ulat hongkong berwarna putih dan buah-buaah.
Buah-buahan yang bisa diberikan antara lain apel, jeruk, pepaya dan sebagainya. Pakan kering dapat Anda buat sendiri, atau beli saja voer yang berkualitas agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi.
Agar pleci auri cepat bunyi, minimal buka paruh, berikan perawatan khusus. Sebab pleci jenis ini terkenal susah buka paruh ketimbang buxtoni atau montanus. Namun dengan perawatan rutin dan teratur, disertai perawatan ekstra lainnya seperti sering mengajak jalan-jalan, mereka akan cepat rajin bunyi hingga buka paruh.
Untuk menuju tahap buka paruh, tentu sangat tergantung pada beberapa hal seperti berikut :
  • Burung berjenis kelamin jantan, karena hanya burung jantan yang bisa mencapai tahap buka paruh. Adapun burung betina lebih cenderung ngeriwik.
  • Memiliki lebih dari satu pleci yang sama jenis.
  • Pengembunan yang rutin.
  • Sering pindah-pindah lokasi gantangan.
  • Sering diajak jalan-jalan untuk gathering.
Semoga bermanfaat.
copy dari : http://omkicau.com/2014/01/02/perbedaan-pleci-auriventer-buxtoni-dan-montanus/

pleci monty

PLECI MONTANUS (MONTY) Pleci Gunung Bermental Baja

PLECI MONTANUS (MONTY) Pleci Gunung Bermental Baja – Sobat paburung tentunya sudah tak asing lagi dengan nama burung pleci montanus atau monty. Namun tak ada salahnya jika Paburung memberikan informasi lebih tentang burung pleci yang satu ini, saya juga sertakan suara mp3 untuk memasternya dan suara betina monty untuk memancing birahinya. Burung pleci bertubuh bongsor ini memiliki suara kicauan yang has. Beberapa sobat berpendapat bahwa burung montanus ini susah untuk dipelihara sampai gacor dan ngadu dengan mental baja, namun untuk sebagian sobat terhusus sobat plecimania yang beruntung tentunya burung pleci monty yang dirawatnya lebih cepat gacor dibanding burung biasanya.
pleci montanus gacor
Pleci montanus hidup di pegunungan yang tinggi, sehingga jarang terihat berkoloni terutama dengan jenis pleci pada umunya. Jika dirawat dengan penuh kesabaran, pleci montanus akan gacor dengan suara yang jernih pleci, dia juga biasanya bersuara parau, serak-serak basah (suara aslinya). Terlepas dari itu, suara burung monty sangat lantang dan volumenya sangat kencang dan tembus.

Ciri-ciri dan spesifikasi:

  • Bertubuh lebih besar dari ukuran pleci pada umumnya.
  • Nada call, suara ngalas, nembak terdengar serak (parau).
  • Memiliki dada putih, abu-abu dan berdasi kuning seperti burung buxtoni.
  • Pada bagian pinggir perut mendekati sayap montanus terdapat sedikit warna coklat.
  • Iris mata kebanyakan berawarna putih kristal, namun ada juga pleci montanus yang memiliki iris mata coklat (macok).
  • Pleci montanus sangat agresif dan berjiwa petarung.
  • Gaya berkicau sangat indah dan gagah, kebanyakan berdiri tegap, perut dan dada sejajar seperti pada burung cendet.

Pakan dan perawatan:

Untuk masalah pakan, burung pleci monty termasuk burung yang rakus makan, itu karena tubuhnya besar dan membutuhkan sumber energi yang banyak untuk bertahan hidup.
pleci montanus
Makanan yang berupa voer harus disajikan setiap hari, ditambah dengan Extra fooding (EF) kesukaannya yaitu kroto dan ulat hongkong.  Buah-buahan harus diberikan, guna memenuhi kebutuhan vitamin dan menyeimbangkan birahinya. Monty juga menyukai yang manis-manis seperti madu, sama seperti burung pleci pada umumnya.
Dalam merawat burung pleci montanus memang harus memiliki kesabaran extra, terutama jika memeliharanya dari bakalan. (baca: Cara memilih ombyokan pleci yang tepat). Montanus saya rasa aga sulit untuk dipelihara sampai gacor. Namun jika dia sudah rajin berkicau, hati sangat senang dan lega tinggal nunggu gacornya. Karena jika sudah gacor, pleci montanus ini bisa diajak lomba. Memang tidak ada lomba husus burung pleci montanus, namun kebanyakan even lomba kelasnya campuran, jadi pleci jenis apa saja bisa diikut sertakan.
pleci montanus
Pleci montanus merupakan pleci yang punya nyali besar, jika dia sudah asyik berkicau, seakan cuek dengan siapa saja yang melihatnya tanpa merasa takut terganggu. Saat lomba pun sang monty tampil ngotot dengan gaya has nya dan suara ngalasnya biasanya panjang dan berulang-ulang. Tapi semua tergantung pada karakter burung tersebut, saya hanya melihat dari kebanyakannya saja. Walau saya juga pernah melihat monty punya sobat Paburung yang hanya gacor di rumah namun nyalinya ciut saat di lapangan. Tapi ada juga yang jarang ngoceh di rumah, tapi di lapangan sangat ngotot ga ada takutnya dan ga ada cape nya.
Sama seperti pada semua jenis pleci yang sudah sering dirawat, misalnya dakun ataupun buxtoni si dasi kuning atau pun melihat dari segi iris mata macok atau maput. Yang paling utama dan sangat berpengaruh adalah karakter, mental, dan juga bakat alami yang dimiliki burung. Jika burung sudah memiliki modal dasar, misalnya nyali dan juga volume tinggal kita melakukan perawatan yang konisten.

Kelebihan:

  • Fostur tubuh lebih besar dari pleci pada umumnya.
  • Makannya lebih rakus dari pleci jenis lain pada umumnya.
  • Volume biasanya lebih kencang dan tembus.
  • Mentalnya bagus, nyalinya besar ga ada takutnya.
  • Birahi lebih stabil, tidak mudah OB.
  • Mudah terpancing untuk ngotot berkicau, jika dia mendengar suara pleci monty yang lain maka dia akan menunjukan sifat fighternya apalagi jika mendengar suara monty betina.
  • Durasi berkicau saat diadu bersaing.
pleci montanus