Informasi Ciri-ciri dan Gambar Pleci Montanus
Tak sulit untuk mengenali aneka burung
Kacamata, karena hampir seluruhnya mempunyai ciri warna putih di sekitar
mata. Terlebih lagi untuk Pleci Montanus. Jika dilihat sekilas memang
ia tidak berbeda dengan jenis burung Pleci lain, baik dari segi fisik
maupun suara ngalas. Namun jika dilihat dari kebiasaan hidup dan habitat
kesukaan, burung yang bernama latin (ilmiah) Zosterops montanus ini
tidak sama dengan jenis Pleci kebanyakan. Sesuai dengan namanya, di
habitat asli ia lebih sering terlihat di daerah pegunungan dan
perbukitan.

Pleci Montanus (79492850@N00 – flickr)
Hal tersebut juga ditengarai oleh
penyebutan nama literatur internasional yang berbeda dengan jenis burung
Pleci lainnya. Jika jenis burung Kacamata lain sering disebut dengan
istilah oriental white-eye, Pleci Montanus mempunyai penyebutan
tersendiri yakni oriental mountain white-eye. Lebih tepatnya jenis ini
memang salah satu burung dari keluarga Zosteropidae (Kacamata), namun
dari sub-spesies (ras) yang berbeda.
Advertisement
Di Indonesia sendiri Jenis Pleci ini
sudah cukup populer di kalangan penghobi, terutama untuk para Pleci
Mania. Namun jika dibandingkan dengan jenis burung lain seperti Pleci
Dakun Macok dan Maput, Pleci Montanus
terhitung masih kalah pamor. Hal tersebut juga bisa dilihat dari pangsa
pasar saat ini. Dimana harga Pleci Montanus lebih murah, karena
kebanyakan penghobi lebih memilih Jenis Pleci lain seperti Auri dan
Buxtoni. Harga Pleci Montanus anakkan sendiri rata-rata dibanderol
dengan harga Rp50 hingga Rp100 ribuan.
Alasan kenapa penghobi lebih memilih
jenis burung Pleci lain juga bermacam-macam, salah satunya mental dan
suara Pleci Montanus dinilai tidak lebih baik. Tentu hal ini sedikit
menarik untuk dibahas, karena segala kemampuan burung Pleci pada
dasarnya tergantung perawatan dan setelan harian masing-masing pemilik.
Tidak ada jaminan, bahwa Pleci jenis satu sama lain mempunyai tingkat
keunggulan. Jika merawatnya dengan sabar dan telaten, maka burung
Kacamata Gunung juga mampu berbicara banyak. (Baca : Suara Pleci)
Terlepas dari itu semua, Pleci Montanus
juga diketahui merupakan jenis yang paling banyak mempunyai sub-spesies
daripada jenis burung Kacamata lain. Berdasarkan beberapa ahli, di
Indonesia sendiri terdapat 9 sub-spesies (ras) yang tersebar di beberapa
daerah di Pulau Jawa. Diantaranya meliputi Jawa Barat hingga Jawa
Timur. Sementara itu penyebutan untuk jenis yang satu ini di beberapa
tempat juga sangat beragam seperti Pleci Putih, Kapur, Super dan
sebagainya.
Ciri Pleci Montanus
Jika dibandingkan dengan Pleci Auri dan
Buxtoni, Pleci Montanus mempunyai ukuran tubuh lebih besar. Rata-rata
panjang tubuhnya bisa mencapai 11 cm. Ciri-ciri Kacamata Gunung yang
lain ialah mempunyai warna putih dan abu-abu pada bagian perut. Namun
ada sub-spesies lain yang juga mempunyai warna yang menyerupai
garis-garis kuning pada bagian perutnya. Di bagian tenggorokkan, jenis
Pleci ini mempunyai warna kuning dan iris matanya bewarna putih. Adapun
semua sisi tubuhnya sedikit bewarna kecokelatan.
Perawatan dan Setelan Harian Pleci Montanus
Khusus bagi kalangan penghobi, Pleci
Montanus dinilai mempunyai volume suara yang keras dan lantang. Hanya
saja semua itu membutuhkan perawatan maupun setelan harian yang teratur.
Agar cepat mempunyai suara ngalas yang lantang, biasanya para
pemelihara burung ini memperhatikan bagian pakan voer. Namun rasanya hal
tersebut kurang tepat, karena Kacamata Gunung diketahui mempunyai
selera makan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pleci lain. Tentu hal
tersebut belum cukup untuk membuat burung rajin bersuara, malahan
justru bisa membuat burung kegemukan.
Maka bisa dibilang masih ada beberapa
tindakan lain yang juga perlu diperhatikan. Hal pertama yang harus
dipastikan setiap hari ialah pemandian dan penjemuran. Pada saat selesai
memandikan, entah itu pada waktu pagi ataupun sore hari, pastikan pakan
voer dan Extra Fooding selalu diberikan. Setiap pemelihara bisa
memberikan pakan EF yang sifatnya selingan seperti ulat hongkong dan
kroto, namun sebaiknya tetap dengan porsi yang tidak terlalu berlebihan.
Ulat hongkong sebaiknya diberikan sebanyak 5 ekor dalam sehari, 2 saat
pagi dan 3 pada saat sore hari. Kroto sebaiknya diberikan sebanyak 1
sendok makan saja, 1 kali dalam seminggu. Tidak ketinggalan, beri juga
pakan buah-buahan yang bisa diberikan secara selingan. Misalnya pisang
gepok, apel, pepaya dan sebagainya.
Pemasteran sendiri akan lebih efektif
pada kondisi dikerodong atau menjelang jam-jam istirahatnya.
Pengerodongan sendiri sifatnya tidak hanya untuk melindunginya dari
gigitan nyamuk dan kedinginan, melainkan juga bisa membuatnya lebih
tenang serta nyaman. Pada kondisi tersebut, biasanya burung justru bisa
lebih berkosentrasi saat mendengar suara mp3 yang diputar. Disamping itu
guna lebih mempercepat lagi supaya suara ngalasnya bisa keluar,
biasanya para penghobi juga menambahkan beberapa burung Pleci Montanus
lain sebagai media pancinngsumber :http://suaraburung.xyz/informasi-pleci-montanus/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar